Di dalam bisnis semua potensi diri dikerahkan, baik sisi spiritual, Hard Skill, Soft Skill, semua diberdayakan untuk BP.
Harus banyak belajar bagaimana chating dengan Konsumen, Calon Konsumen, mitra dan calon mitra,
Bagaimana cara nge-WA, Performa, Bagaimana menyampaikan soal peluang bisnis dsb²...
Soal spiritual, misal sebelum di BP, belum pernah sama sekali melaksanakan sholat dhuha, ya. Usahakan minimal setahun sekali, terus tingkatkan sebulan sekali, terus tingkatkan seminggu sekali, terus tingkatkan sehari sekali. Hanya Pagi. Nggak ada sholat dhuha itu dari Pagi Sampai Sore.
Bisnis ini ya, ngga semata-mata soal uang. Namun semuanya harus meningkat.
Lebih dekat kepada Allah dan Rasul
Lebih dekat dengan keluarga
Dan lebih meningkat amal jariyah nya.
Skill meningkat, Penjualan meningkat, potensi juga meningkat,
Bahkan kalau bisa ya, _Break the limit_ alias tembus batas weey...
Berupaya dengan cara baru, bertindak dengan cara yang baru, hasil insha Allah baru.
Kamis, 29 Juli 2021
Bisnis ini ya, ngga semata-mata soal uang, namun semuanya harus meningkat.
Rabu, 28 Juli 2021
Jangan tanggung-tanggung ilmunya
Pelajari ilmu sedalam² nya.
Lakukan optimasi sebisa mungkin.
Lakukan tiap hari walaupun sedikit.
Tiap hari.
Sekian bukan anda lakukan terus menerus.
Closing (pasti) insyaAlloh datang.
Bagi anda yg ingin fokus di marketplace..
Jangan tanggung-tanggung ilmunya.
Harus jadi Ahli, kalo Ahli akan di bayar lebih.
Kalo ahli, tau caranya closing.
Artinya itu pasar yg bisa digarap.
Itu pasar yang sangat potensial.
Perhatiin yg ini:
Pikirkan dalam dalam.
Coba baca berulang.
Kita di BP terus di ajarkan utknmenjaga pribadi yg baik.
Positif thinking
Memperkuat ibadah.
Dll
Secara spiritual sudah oke.
Kita juga perlu melengkapi dengan yg namanya ikhtiar.
Iktiar yg maksimal.
Apapun iktiar anda...
Offline
WA
FB dan IG
GMB
Marketplace
Cukup pilih satu atau dua cara iktiar tapi harus dalam, harus Ahli.
Kejar ilmunya, praktek secara maksimal dan rutin.
Karena semua cara itu berpotensi mendatangkan closing.
Doa sudah
Usaha sudah
Iman /yakin Alloh akan berikan.
Tawakal, apapun hasilnya itu anugerah dari Alloh, syukuri.
Itu artinya Sempurna dalam Usaha.
Tinggal tunggu waktu di gruduk Closingan.
Selasa, 27 Juli 2021
Penampilanmu mencerminkan barang daganganmu
Ini mengenai penampilan kita sebagai pebisnis BP dimana product kita British Propolis itu product premium jd gmn kita menyesuaikannya dengan product yg BP yang akan kita tawarkan ke calon customer
Hal sepele ini yang membuat produk tidak lalu dipasaran.
Padahal jika hal ini diperhatikan, maka closing akan lebih mudah. Bahkan sampai bertubi-tubi. Sayangnya, banyak orang yang tidak memperhatikan ini.
Ingat, _Penampilanmu mencerminkan barang daganganmu_.
Kita pasti pernah mendengar istilah pembeli adalah Raja, maka harusnya kita faham bahwa Raja mesti dilayani dengan baik. Tutur kata diatur, siap sedia saat Raja butuh, serta menjaga sikap dan penampilan tubuh. Kalau penampilan kita kucel, gadel, ataupun bau, pastinya langsung diusir dari istana kerajaan. Gak layak masuk istana.
Sama halnya saat kita jualan, kalau penampilan kita kucel, gadel, dan bau pasti langsung diusir. Namun memang di era modern ini hapir tidak ada pedagang yang seperti itu. Yang banyak adalah :
- Pakaian lusuh & gak matching
- keringetan
- bau nafas & bau badan
- pakai barang palsu/KW
- muka berminyak
- dsb
Kredibilitaa Anda dapat dinilai dari sini. Kalau kata orang “jangan menilai buku hanya dari sampulnya”. Yaa, memang benar! Kita tidak bisa dipungkiri bawah menilai orang itu mesti luar dalam. Artinya, “tidak hanya perangai dalam dirinya, tetapi juga penampilan luarnya”.
Teladan kita para Nabi dan Rasul selalu menjaga penampilan yang rapi dan bersih saat berdakwah. Gak mau dakwah dalam kondisi gadel. Karena memang orang akan menilai “luar dan dalam”. Jadi perhatikanlah penampilan Anda.
Jika sampai saat ini pakaiannya masih kusut dan gak matching saat menawarkan dagangan, maka rapikanlah. Tonton aja di youtube/IG cara memilih pakaian yang matching, ada kok ilmunya.
Jika tubuh Anda gampang keringatan, maka persiapkan 2-3 baju ganti di tas Anda. Saat ketingetan banyak, stand by buat ganti.
Kemudian yang paling penting, pastikan tidak ada arom-aroma tak sedap di tubuh dan nafas Anda, sering-seringlah mandi, sikat gigi, dan pakai pakaian yg baru di cuci. Jangan itu-itu mulu, pakai-gantung-pakai-gantung, akhirnya baunya terakumulasi.
Masalah bau ini rada sensitif, bisa bikin langsung “il-feel”, customer kadang gak berani bilang karena takut menyinggung perasaan. Maka sebelum berangkat jualan, tanyakanlah kepada orang terdekat Anda “aroma badanku enak gak?”. Kalau gak bisa wangi, ya minimal jangan bau.
Hindari juga pakai barang-barang palsu/KW, karena itu akan mencerminkan kredibilitas Anda. Orang dapat menilai dari yang Anda pakai. Apakah Anda tulus dan jujur atau malah penuh dengan tipu muslihat.
Selain itu, pakai barang-barang palsu pasti tidak berkah. Maka hindarilah. Gak masalah kalau gak terkenal, yang penting original.
Dan yang terakhir, khususnya buat kaum Adam. Ingat, yang diminyakin itu rambut, bukan muka. Profesionalisme seseorang biasanya tercermin dari wajahnya. Jika di rasa wajah Anda tipe yg berminyak, maka rajin-rajinlah cuci muka ataupun wudhu. Itu lebih baik bagi Anda daripada membiarkan muka kucel saat penawaran.
Buat kaum Hawa, perhatikan juga dandanan. Gak perlu menor. Touch up lah secukupnya. Sip ya? 😊😉👌
Oleh karena itu teman-teman, mari sama-sama kita perhatikan penampilan kita masing-masing karena itu akan menentukan angka closing.
Senin, 26 Juli 2021
Jangan buru-buru berpikir ngutang dalam membesarkan usaha
Hampir setiap hari saya bertemu dengan entrepreneur dan calon entrepreneur. Pas bertemu, biasanya mereka nanya-nanya ke saya. Salah satunya tentang membesarkan usaha.
Saran saya, jangan buru-buru berpikir ngutang dalam membesarkan usaha. Terutama buat pemula. Apalagi di bidang yang relatif baru dan berisiko bagi Anda.
Sekali lagi, jangan buru-buru berpikir ngutang dalam membesarkan usaha. Masih ada cara lain untuk mendapatkan cash, asalkan bisnis Anda memang bagus alias menjanjikan.
Misal:
Hemat-hemat
Jual indent
Bayar tempo
Tunda pengeluaran
Beli skala kecil (sesuai kemampuan)
Satu hal yang perlu dikuasai benar-benar oleh seorang pengusaha adalah menjual indent. Barang belum ada, tapi sudah dijual. Bolehlah? Boleh-boleh saja.
Agama pun mengizinkan itu. Jual indent. Asalkan barang nantinya sesuai dengan yang dijanjikan. Jangan sampai, gambarnya A, barangnya B. Ngawur tuh!
Mulailah menjual indent. Lalu dapatkan cash-nya.
Ingat, cash is king. Pengelolaan atas cash, itu melebihi king. Lihatlah, betapa banyak bisnis yang runtuh dan rubuh, hanya gegara gagal mengelola cash. Padahal sebagian mereka memetik untung.
Pada akhirnya, juallah indent, lalu dapatkan cash-nya. Tentunya dengan tetap berhati-hati. Praktek ya.
Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga berkah berlimpah.
Minggu, 25 Juli 2021
Jualan adalah Aktivitas Menolong Orang yang Dibayar
Bayangkan begitu banyak orang yang terbantu karena hadirnya produk Anda dan bisa menyelesaikan masalah mereka...
Jualan itu halal. Halal!
Hak usah malu, hak usah gengsi...
Sumber: jago jualan dewa eka prayoga
Sabtu, 24 Juli 2021
80% Mindset, 20% Skill
Yes... Bener banget.
Apa yang terjadi pada kita.. itu atas hasil.
80% Mindset
20% Skill.
Yang berpengaruh besar adalah Mindset.
So hilangkan kata :
Tidak bisa
Tidak mungkin
Saya nggak bisa.
Dan sederetan kata negatif lainnya.
Ingat, apa yg terucap itu cerminan dari internal diri kita (mindset).
Ganti semua kata itu..
Yes saya bisa.
Yakin bisa.
Org lain bisa, saya juga bisa.
Konsep dasar BOSS.
Berani
Optimis
Sabar
Syukur.
Ke empatnya harus bisa terlaksana.
Keempatnya terlaksana, insyaAlloh digruduk closingan.
Aamiin
Senin, 26 April 2021
Mission Model Canvas
Saat Steve Blank bersiap untuk kelas Hacking for Defense baru di Stanford, kami harus berhenti dan bertanya pada diri sendiri: Bagaimana kami menggunakan Business Model Canvas jika tujuan utamanya bukan untuk mendapatkan uang, tetapi untuk memenuhi misi? Dengan kata lain, bagaimana kita bisa mengadaptasi Business Model Canvas ketika metrik utama kesuksesan organisasi bukanlah pendapatan? Steve Blank dan saya pikir kami memiliki jawabannya - Mission Model Canvas yang baru. Inilah pemikiran kolektif kita.
Lean Startup adalah cara kebanyakan inovator membangun startup dan berinovasi di dalam perusahaan yang sudah ada. Sebagai metode formal, startup lean terdiri dari tiga bagian:
The Business Model Canvas - untuk membingkai hipotesis
Pengembangan Pelanggan - untuk menguji hipotesis tersebut di depan pelanggan
Agile Engineering - untuk membuat Produk yang Layak Minimum untuk memaksimalkan pembelajaran.
Business Model Canvas telah menjadi penemuan hebat bagi semua orang mulai dari perusahaan rintisan hingga perusahaan besar. Tidak seperti bagan organisasi, yang menjelaskan bagaimana perusahaan mengeksekusi untuk mengirimkan produk yang diketahui kepada pelanggan yang dikenal, kanvas model bisnis mengilustrasikan pencarian untuk hal-hal yang tidak diketahui yang dihadapi sebagian besar usaha baru. 9 kotak kanvas memungkinkan Anda memvisualisasikan semua komponen yang diperlukan untuk mengubah kebutuhan / masalah pelanggan menjadi perusahaan yang menguntungkan.
Dari Arus Pendapatan Hingga Pencapaian Misi
Kanvas model bisnis telah membantu kita semua dengan baik dalam berpikir tentang membangun bisnis dan di situlah letak masalahnya. Dalam bisnis, tujuannya adalah mendapatkan lebih banyak uang daripada yang Anda belanjakan. Bagaimana jika Anda adalah pemerintah atau organisasi militer atau bagian dari komunitas intelijen? Dalam kasus ini, Anda tidak menghasilkan uang, tetapi Anda memobilisasi sumber daya dan anggaran untuk memecahkan masalah tertentu dan menciptakan nilai bagi sekumpulan penerima manfaat (pelanggan, organisasi pendukung, pejuang perang, kongres, negara, dll.)
Untuk organisasi ini, kotak kanvas berlabel Arus Pendapatan tidak masuk akal. Dalam organisasi yang digerakkan oleh misi seperti komunitas pertahanan dan intelijen, tidak ada pendapatan yang dapat diukur. Jadi, langkah pertama dalam membangun kanvas untuk organisasi yang digerakkan oleh misi adalah mengubah kotak Aliran Pendapatan di kanvas dan menghasilkan mitra yang akan memberikan ukuran keberhasilan.
Kami menyebut Pencapaian Misi alternatif ini. Nanti dalam posting ini kami akan menjelaskan bagaimana kami akan mengukur dan menggambarkan Pencapaian Misi, tetapi pertama-tama Kanvas Model Misi kami membutuhkan empat penyesuaian lagi.
Segmen Pelanggan diubah menjadi Penerima
Struktur Biaya diubah menjadi Biaya / Anggaran Misi
Saluran diubah menjadi Deployment
Hubungan Pelanggan diubah menjadi Beli-dalam / Dukungan
Bagian lain dari posting blog ini menjelaskan bagaimana dan mengapa perubahan ini pada kanvas.
Segmen Pelanggan Berubah Menjadi Penerima
Pada pandangan pertama, saat mengembangkan teknologi baru untuk digunakan dalam komunitas pertahanan dan intelijen, pelanggan tampak jelas - itu adalah pejuang perang terbaik. Mereka akan mengartikulasikan rasa sakit dalam hal ukuran, berat, bentuk yang pas, kompleksitas dan daya tahan. Tapi ada pemain kunci lain yang terlibat. Penulis persyaratan dan orang-orang akuisisi melihat integrasi sistem di seluruh sistem medan perang sementara petugas kontrak, segmen lain, akan menghitung kacang, mengukur tingkat persaingan dan menilai kualitas riset pasar yang terlibat. Organisasi pendukung perlu khawatir tentang pemeliharaan kode atau perangkat keras. Apakah hukum perlu menandatangani operasi dunia maya? Jadi ya, pejuang perang adalah satu segmen pelanggan, tetapi yang lain perlu dilibatkan sebelum pejuang perang dapat melihat produknya.
Jadi wawasan pertama adalah bahwa dalam model misi komunitas pertahanan dan intelijen selalu pasar multi-sisi. Dengan tujuan tidak hanya membuat demo yang hebat tetapi juga membuat produk diadopsi dan digunakan.
Kedua, dalam komunitas pertahanan dan intelijen, hampir semua model misi terlihat seperti pemasok OEM yang berarti ada banyak lapisan pelanggan dalam rantai nilai. Produk / layanan Anda hanyalah bagian dari sistem orang lain yang lebih besar.
Jadi untuk membedakan "pelanggan" dari kanvas model bisnis standar, kami akan memanggil semua segmen pelanggan yang berbeda dan lapisan dalam penerima rantai nilai pertahanan dan intelijen.
Kanvas Proposisi Nilai
Dari kesembilan kotak kanvas, dua bagian penting dari model adalah hubungan antara Proposisi Nilai (apa yang Anda bangun) dan penerima manfaat. Kedua komponen model bisnis ini begitu penting kita beri nama masing-masing, Product / Market Fit.
Karena kerumitan banyak penerima manfaat dan untuk mendapatkan lebih banyak detail tentang keuntungan dan penderitaan mereka, Osterwalder menambahkan kanvas tambahan yang disebut Kanvas Proposisi Nilai. Ini berfungsi seperti plug-in ke Mission Model Canvas, memperbesar proposisi nilai untuk menggambarkan interaksi antara penerima manfaat, pejuang perang, dll. Dan produk / layanan secara lebih rinci. Menggunakan Kanvas Proposisi Nilai dengan Kanvas Model Misi memungkinkan Anda melihat gambaran besar di tingkat model misi dan gambaran rinci dari setiap penerima di tingkat "kesesuaian produk / pasar".
Dalam model bisnis komunitas pertahanan dan intelijen, akan selalu ada banyak penerima manfaat. Setiap penerima manfaat harus mendapatkan Kanvas Proposisi Nilai sendiri-sendiri.
Perubahan Saluran Distribusi ke Penerapan
Dalam dunia komersial kami bertanya, "Jenis saluran distribusi apa (penjualan langsung, toko aplikasi, integrator sistem, dll.) Yang kami gunakan untuk membawa produk / layanan dari perusahaan kami ke segmen pelanggan?" Untuk organisasi Departemen Pertahanan atau Intelijen, kami meminta:
“Apa yang diperlukan untuk menyebarkan produk / layanan dari Produk Minimum yang Layak kami saat ini ke penggunaan luas di antara orang-orang yang membutuhkannya?” (Komponen arsitektur apa yang dapat mereka berinovasi dan apa yang tidak dapat mereka lakukan?)
“Apa yang merupakan penerapan yang berhasil? (jumlah pengguna, unit di lapangan, waktu memasukkannya ke lapangan, sukses di lapangan, dll.) ”
“Bagaimana cara kami mengubah inovasi Horizon 3 menjadi sesuatu yang diadopsi oleh organisasi Horizon 1?”
Hubungan Pelanggan Berubah Menjadi Buy-In / Support
Dalam bisnis yang ada, Hubungan Pelanggan didefinisikan sebagai membangun dan memelihara hubungan untuk mendukung pelanggan yang sudah ada. Dalam sebuah startup, kami mendefinisikan kembali Hubungan Pelanggan untuk menjawab pertanyaan: Bagaimana perusahaan mendapatkan, mempertahankan, dan mengembangkan pelanggan?
Untuk komunitas pertahanan dan intelijen, kami telah memodifikasi Hubungan Pelanggan yang berarti, "Untuk setiap penerima (segmen pelanggan), bagaimana tim mendapatkan" Dukungan "dari semua penerima?"
Penemuan pelanggan membantu Anda memahami dukungan siapa yang diperlukan untuk menerapkan produk / layanan (hukum, kebijakan, pengadaan, dll.) Dan bagaimana membuat penerima manfaat tersebut setuju? (Pendanaan? Mandat? Permintaan pengguna? Dll.) Selain itu, dukungan jangka panjang dan pemeliharaan proyek baru perlu diartikulasikan, dipahami, dan dibeli oleh organisasi pendukung.
Di Pentagon, cara favorit untuk membunuh sesuatu adalah dengan mengoordinasikannya sampai mati dengan meminta dukungan dari terlalu banyak orang terlalu dini. Cara menentukan siapa orang yang kritis untuk mendapatkan dukungan dan kemudian siapa kelompok berikutnya yang diperlukan untuk pertama-tama mempertahankan pengembangan berulang MVP masa depan adalah salah satu seni kewirausahaan dalam komunitas pertahanan dan intelijen.
Aliran Pendapatan Perubahan Untuk Pencapaian Misi
Pencapaian Misi adalah nilai yang Anda ciptakan untuk jumlah semua penerima manfaat / kebaikan yang lebih besar.
Penting untuk membedakan antara nilai bagi penerima manfaat individu (di Kanvas Proposisi Nilai) dan Pencapaian Misi secara keseluruhan. Misalnya, Pencapaian Misi dapat diukur dengan berbagai cara: jumlah pengungsi yang ditampung dan diberi makan, jumlah tentara yang diselamatkan dari bom pinggir jalan, jumlah serangan siber yang dicegah, peningkatan pengawasan target fusi sensor, dll. Tak satu pun dari ini diukur dalam dolar dan sen. Ingatlah, hanya ada pencapaian misi jika memberikan nilai kepada penerima akhir.
Pelajaran yang Dipetik
Dalam komunitas pertahanan dan intelijen, ukuran kesuksesan bukanlah pendapatan tetapi pencapaian misi
Kami telah memodifikasi Kanvas Model Bisnis menjadi Kanvas Model Misi
Aliran Pendapatan Berubah menjadi Pencapaian Misi
Mengubah Segmen Pelanggan menjadi Penerima
Ubah Struktur Biaya menjadi Biaya / Anggaran Misi
Ubah Saluran ke Penerapan
Ubah Hubungan Pelanggan menjadi Pembelian / Dukungan
Organisasi tanpa sasaran pendapatan tertentu sekarang dapat menggunakan versi kanvas model bisnis
3 Hal PENGHAMBAT KESUKSESAN
Jangan terlalu sering menakutkan sesuatu yang sebenarnya belum tentu terjadi. Bisa jadi kenyataannya tidak demikian. Maka kita perlu valida...
-
Saat Steve Blank bersiap untuk kelas Hacking for Defense baru di Stanford, kami harus berhenti dan bertanya pada diri sendiri: Bagaimana kam...
-
Saya yakin semua teman-teman disini ingin berkembang dan tumbuh bisnisnya di BP ini. Berikut ini beberapa hal penting yang perlu sahabat se...
-
Ini mengenai penampilan kita sebagai pebisnis BP dimana product kita British Propolis itu product premium jd gmn kita menyesuaikannya deng...