Saya yakin semua teman-teman disini ingin berkembang dan tumbuh bisnisnya di BP ini.
Berikut ini beberapa hal penting yang perlu sahabat semua ketahui, jika ingin bisnis BP nya makin maju makin melesat
1. Tingkatkan aset. Yap, karena di BP itu gak perlu modal toko dan biaya ini itu. Maka kalau mau tingkatkan aset di BP cukup dengan tingkatkan stok. Caranya, gulung profit ke modal. Profit hasil jualan BP, puter lagi ke modal. Dengan begitu tidak terasa, stock akan terus bertambah, penjualan pun pasti ikut bertambah. Atau bisa juga, sisihkan hasil jualan BP untuk diinvestasikan ke aset produktif lain, seperti HP untuk jualan online, laptop, printer utk alamat, dll yang sifatnya menunjang bisnis.
2. Tunda kesenangan. Mentang-mentang hasil jualan BP sudah sangat lumayan, langsung kepengin beli ini itu yang sifatnya konsumtif, nah ini gak boleh. Misal untuk gonta-ganti gadget untuk gaya-gayaan. Mending ditahan dulu, insyaAllah 2 tahun mendatang, apa yang temen-temen mau, tinggal cang cung saja... InsyaAllah kebeli semua. Tahan, sabaar... Besarkan dulu bisnisnya. Investasikan ke aset produktif, ke modal, dll...
3. Belajar. Jangan pernah berhenti belajar. Orang yang berhenti belajar artinya sudah gak mau bertumbuh, kalau sudah gak mau bertumbuh artinya sekarat alias menunggu ajal. Ajal bisnis dan ajalnya juga ☺. Jadi, investasikan juga hasil dari BP untuk leher ke atas, alias belajar. Jangan cepat merasa puas dengan hasil yang dicapai.
4. Coba anggaplah bisnis BP ini seperti istri sendiri ☺☺
Bisnis juga butuh kasih sayang dan butuh perhatian. Fokuslah dulu sama satu bisnis yakni BP, tidak usah tergoda dengan yang ke-2, ke-3, atau ke-4. ☺☺☺
Beri perhatian penuh pada bisnis BP ini, dan abaikan godaan-godaan lain. Apalagi The Founder kita juga sudah super fokus, malu donk kalau kita gak fokus.
5. Jual ke penjual atau kita jual paket reseller ketika mereka tertarik satu kita bisa tawarkan jual paket seperti yang di lakukan oleh boss Ratih dan Boss Nurul yg di sharing td pagi.
Insya Allah jika temen-temen lakukan hal2 diatas, tidak perlu menunggu 1 tahun kedepan, bisnis temen-temen pasti sudah melejit gak karuan Pokokke.
Bismillaah... Siap ya....
☺☺☺
11/13/19, 8:23 PM - Joko Sukoco BP: Saya doakan teman2 di sini semua banyak closing, bisa banyak menebar manfaat dan kebaikan dengan wasilah bisnis di BP. Teruslah semangat infokan BP baik dr segi kesehatannya dan bisnisnya.
Sabtu, 31 Juli 2021
Bisnis yang makin maju makin melesat
Jumat, 30 Juli 2021
Silaturrohim dan bisnis
Begitu mudah diucapkan tapi tak semudah melaksanakan.
Karena banyak Fadillah pada sillaturrohim.
Al:
Di panjangkan umurnya,
Diluaskan rezekinya
Nah ..
Silaturrohim ini harus menjadi pondasi dalam kita mengembangkan bisnis BP.
Bagaimana caranya.?
Ya ketemuan...
Datangi calon mitra
Datangi konsumen.
Karena dengan kita bertemu langsung, akan bisa menunjukkan betapa kita tulus untuk mengabarkan berita baik soal manfaat BP.
Betapa kita tulus mengabarkan berita baik soal peluang usaha.
Dimana peluang usaha ini, bisa menjadi Wasilah (minimal) utk perbaikan finansial.
Bisnis BP.
Sekalipun yg kita datangi belum mau ambil BP.
Sekalipun yang kita datangi belum mau bisnis BP.
Ya nggak apa.
Kita sudah menanamkan dalam pikiran yang kita datangi bahwa.kita pengusaha BP, jadi suatu ketika si doi terbuka hatinya utk bisnis, bisa hubungi kita.
Yang Penting kita sudah mengabarkan berita baik.
Santuy aja.
Pada sisi yang lain..
Alloh selalu melihat kesungguhan kita.
Barangkali nanti akan di ketemukan mitra, eh tiba-tiba malah mau gabung bisnis.
Ketemu konsumen, beli dengan begitu mudah.
So..
Tingkatkan silaturrohim.
Kalo boleh di klasifikasi kan kekuatan silaturrohim, kurang lebihnya sebagai berikut:
1. Ketemu
2. Telpon
3. WA
4. SMS
5. Via sosmed.
Jadi ketemuan itu paling Powerfull.
Kamis, 29 Juli 2021
Bisnis ini ya, ngga semata-mata soal uang, namun semuanya harus meningkat.
Di dalam bisnis semua potensi diri dikerahkan, baik sisi spiritual, Hard Skill, Soft Skill, semua diberdayakan untuk BP.
Harus banyak belajar bagaimana chating dengan Konsumen, Calon Konsumen, mitra dan calon mitra,
Bagaimana cara nge-WA, Performa, Bagaimana menyampaikan soal peluang bisnis dsb²...
Soal spiritual, misal sebelum di BP, belum pernah sama sekali melaksanakan sholat dhuha, ya. Usahakan minimal setahun sekali, terus tingkatkan sebulan sekali, terus tingkatkan seminggu sekali, terus tingkatkan sehari sekali. Hanya Pagi. Nggak ada sholat dhuha itu dari Pagi Sampai Sore.
Bisnis ini ya, ngga semata-mata soal uang. Namun semuanya harus meningkat.
Lebih dekat kepada Allah dan Rasul
Lebih dekat dengan keluarga
Dan lebih meningkat amal jariyah nya.
Skill meningkat, Penjualan meningkat, potensi juga meningkat,
Bahkan kalau bisa ya, _Break the limit_ alias tembus batas weey...
Berupaya dengan cara baru, bertindak dengan cara yang baru, hasil insha Allah baru.
Rabu, 28 Juli 2021
Jangan tanggung-tanggung ilmunya
Pelajari ilmu sedalam² nya.
Lakukan optimasi sebisa mungkin.
Lakukan tiap hari walaupun sedikit.
Tiap hari.
Sekian bukan anda lakukan terus menerus.
Closing (pasti) insyaAlloh datang.
Bagi anda yg ingin fokus di marketplace..
Jangan tanggung-tanggung ilmunya.
Harus jadi Ahli, kalo Ahli akan di bayar lebih.
Kalo ahli, tau caranya closing.
Artinya itu pasar yg bisa digarap.
Itu pasar yang sangat potensial.
Perhatiin yg ini:
Pikirkan dalam dalam.
Coba baca berulang.
Kita di BP terus di ajarkan utknmenjaga pribadi yg baik.
Positif thinking
Memperkuat ibadah.
Dll
Secara spiritual sudah oke.
Kita juga perlu melengkapi dengan yg namanya ikhtiar.
Iktiar yg maksimal.
Apapun iktiar anda...
Offline
WA
FB dan IG
GMB
Marketplace
Cukup pilih satu atau dua cara iktiar tapi harus dalam, harus Ahli.
Kejar ilmunya, praktek secara maksimal dan rutin.
Karena semua cara itu berpotensi mendatangkan closing.
Doa sudah
Usaha sudah
Iman /yakin Alloh akan berikan.
Tawakal, apapun hasilnya itu anugerah dari Alloh, syukuri.
Itu artinya Sempurna dalam Usaha.
Tinggal tunggu waktu di gruduk Closingan.
Selasa, 27 Juli 2021
Penampilanmu mencerminkan barang daganganmu
Ini mengenai penampilan kita sebagai pebisnis BP dimana product kita British Propolis itu product premium jd gmn kita menyesuaikannya dengan product yg BP yang akan kita tawarkan ke calon customer
Hal sepele ini yang membuat produk tidak lalu dipasaran.
Padahal jika hal ini diperhatikan, maka closing akan lebih mudah. Bahkan sampai bertubi-tubi. Sayangnya, banyak orang yang tidak memperhatikan ini.
Ingat, _Penampilanmu mencerminkan barang daganganmu_.
Kita pasti pernah mendengar istilah pembeli adalah Raja, maka harusnya kita faham bahwa Raja mesti dilayani dengan baik. Tutur kata diatur, siap sedia saat Raja butuh, serta menjaga sikap dan penampilan tubuh. Kalau penampilan kita kucel, gadel, ataupun bau, pastinya langsung diusir dari istana kerajaan. Gak layak masuk istana.
Sama halnya saat kita jualan, kalau penampilan kita kucel, gadel, dan bau pasti langsung diusir. Namun memang di era modern ini hapir tidak ada pedagang yang seperti itu. Yang banyak adalah :
- Pakaian lusuh & gak matching
- keringetan
- bau nafas & bau badan
- pakai barang palsu/KW
- muka berminyak
- dsb
Kredibilitaa Anda dapat dinilai dari sini. Kalau kata orang “jangan menilai buku hanya dari sampulnya”. Yaa, memang benar! Kita tidak bisa dipungkiri bawah menilai orang itu mesti luar dalam. Artinya, “tidak hanya perangai dalam dirinya, tetapi juga penampilan luarnya”.
Teladan kita para Nabi dan Rasul selalu menjaga penampilan yang rapi dan bersih saat berdakwah. Gak mau dakwah dalam kondisi gadel. Karena memang orang akan menilai “luar dan dalam”. Jadi perhatikanlah penampilan Anda.
Jika sampai saat ini pakaiannya masih kusut dan gak matching saat menawarkan dagangan, maka rapikanlah. Tonton aja di youtube/IG cara memilih pakaian yang matching, ada kok ilmunya.
Jika tubuh Anda gampang keringatan, maka persiapkan 2-3 baju ganti di tas Anda. Saat ketingetan banyak, stand by buat ganti.
Kemudian yang paling penting, pastikan tidak ada arom-aroma tak sedap di tubuh dan nafas Anda, sering-seringlah mandi, sikat gigi, dan pakai pakaian yg baru di cuci. Jangan itu-itu mulu, pakai-gantung-pakai-gantung, akhirnya baunya terakumulasi.
Masalah bau ini rada sensitif, bisa bikin langsung “il-feel”, customer kadang gak berani bilang karena takut menyinggung perasaan. Maka sebelum berangkat jualan, tanyakanlah kepada orang terdekat Anda “aroma badanku enak gak?”. Kalau gak bisa wangi, ya minimal jangan bau.
Hindari juga pakai barang-barang palsu/KW, karena itu akan mencerminkan kredibilitas Anda. Orang dapat menilai dari yang Anda pakai. Apakah Anda tulus dan jujur atau malah penuh dengan tipu muslihat.
Selain itu, pakai barang-barang palsu pasti tidak berkah. Maka hindarilah. Gak masalah kalau gak terkenal, yang penting original.
Dan yang terakhir, khususnya buat kaum Adam. Ingat, yang diminyakin itu rambut, bukan muka. Profesionalisme seseorang biasanya tercermin dari wajahnya. Jika di rasa wajah Anda tipe yg berminyak, maka rajin-rajinlah cuci muka ataupun wudhu. Itu lebih baik bagi Anda daripada membiarkan muka kucel saat penawaran.
Buat kaum Hawa, perhatikan juga dandanan. Gak perlu menor. Touch up lah secukupnya. Sip ya? 😊😉👌
Oleh karena itu teman-teman, mari sama-sama kita perhatikan penampilan kita masing-masing karena itu akan menentukan angka closing.
Senin, 26 Juli 2021
Jangan buru-buru berpikir ngutang dalam membesarkan usaha
Hampir setiap hari saya bertemu dengan entrepreneur dan calon entrepreneur. Pas bertemu, biasanya mereka nanya-nanya ke saya. Salah satunya tentang membesarkan usaha.
Saran saya, jangan buru-buru berpikir ngutang dalam membesarkan usaha. Terutama buat pemula. Apalagi di bidang yang relatif baru dan berisiko bagi Anda.
Sekali lagi, jangan buru-buru berpikir ngutang dalam membesarkan usaha. Masih ada cara lain untuk mendapatkan cash, asalkan bisnis Anda memang bagus alias menjanjikan.
Misal:
Hemat-hemat
Jual indent
Bayar tempo
Tunda pengeluaran
Beli skala kecil (sesuai kemampuan)
Satu hal yang perlu dikuasai benar-benar oleh seorang pengusaha adalah menjual indent. Barang belum ada, tapi sudah dijual. Bolehlah? Boleh-boleh saja.
Agama pun mengizinkan itu. Jual indent. Asalkan barang nantinya sesuai dengan yang dijanjikan. Jangan sampai, gambarnya A, barangnya B. Ngawur tuh!
Mulailah menjual indent. Lalu dapatkan cash-nya.
Ingat, cash is king. Pengelolaan atas cash, itu melebihi king. Lihatlah, betapa banyak bisnis yang runtuh dan rubuh, hanya gegara gagal mengelola cash. Padahal sebagian mereka memetik untung.
Pada akhirnya, juallah indent, lalu dapatkan cash-nya. Tentunya dengan tetap berhati-hati. Praktek ya.
Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga berkah berlimpah.
Minggu, 25 Juli 2021
Jualan adalah Aktivitas Menolong Orang yang Dibayar
Bayangkan begitu banyak orang yang terbantu karena hadirnya produk Anda dan bisa menyelesaikan masalah mereka...
Jualan itu halal. Halal!
Hak usah malu, hak usah gengsi...
Sumber: jago jualan dewa eka prayoga
Sabtu, 24 Juli 2021
80% Mindset, 20% Skill
Yes... Bener banget.
Apa yang terjadi pada kita.. itu atas hasil.
80% Mindset
20% Skill.
Yang berpengaruh besar adalah Mindset.
So hilangkan kata :
Tidak bisa
Tidak mungkin
Saya nggak bisa.
Dan sederetan kata negatif lainnya.
Ingat, apa yg terucap itu cerminan dari internal diri kita (mindset).
Ganti semua kata itu..
Yes saya bisa.
Yakin bisa.
Org lain bisa, saya juga bisa.
Konsep dasar BOSS.
Berani
Optimis
Sabar
Syukur.
Ke empatnya harus bisa terlaksana.
Keempatnya terlaksana, insyaAlloh digruduk closingan.
Aamiin
Senin, 26 April 2021
Mission Model Canvas
Saat Steve Blank bersiap untuk kelas Hacking for Defense baru di Stanford, kami harus berhenti dan bertanya pada diri sendiri: Bagaimana kami menggunakan Business Model Canvas jika tujuan utamanya bukan untuk mendapatkan uang, tetapi untuk memenuhi misi? Dengan kata lain, bagaimana kita bisa mengadaptasi Business Model Canvas ketika metrik utama kesuksesan organisasi bukanlah pendapatan? Steve Blank dan saya pikir kami memiliki jawabannya - Mission Model Canvas yang baru. Inilah pemikiran kolektif kita.
Lean Startup adalah cara kebanyakan inovator membangun startup dan berinovasi di dalam perusahaan yang sudah ada. Sebagai metode formal, startup lean terdiri dari tiga bagian:
The Business Model Canvas - untuk membingkai hipotesis
Pengembangan Pelanggan - untuk menguji hipotesis tersebut di depan pelanggan
Agile Engineering - untuk membuat Produk yang Layak Minimum untuk memaksimalkan pembelajaran.
Business Model Canvas telah menjadi penemuan hebat bagi semua orang mulai dari perusahaan rintisan hingga perusahaan besar. Tidak seperti bagan organisasi, yang menjelaskan bagaimana perusahaan mengeksekusi untuk mengirimkan produk yang diketahui kepada pelanggan yang dikenal, kanvas model bisnis mengilustrasikan pencarian untuk hal-hal yang tidak diketahui yang dihadapi sebagian besar usaha baru. 9 kotak kanvas memungkinkan Anda memvisualisasikan semua komponen yang diperlukan untuk mengubah kebutuhan / masalah pelanggan menjadi perusahaan yang menguntungkan.
Dari Arus Pendapatan Hingga Pencapaian Misi
Kanvas model bisnis telah membantu kita semua dengan baik dalam berpikir tentang membangun bisnis dan di situlah letak masalahnya. Dalam bisnis, tujuannya adalah mendapatkan lebih banyak uang daripada yang Anda belanjakan. Bagaimana jika Anda adalah pemerintah atau organisasi militer atau bagian dari komunitas intelijen? Dalam kasus ini, Anda tidak menghasilkan uang, tetapi Anda memobilisasi sumber daya dan anggaran untuk memecahkan masalah tertentu dan menciptakan nilai bagi sekumpulan penerima manfaat (pelanggan, organisasi pendukung, pejuang perang, kongres, negara, dll.)
Untuk organisasi ini, kotak kanvas berlabel Arus Pendapatan tidak masuk akal. Dalam organisasi yang digerakkan oleh misi seperti komunitas pertahanan dan intelijen, tidak ada pendapatan yang dapat diukur. Jadi, langkah pertama dalam membangun kanvas untuk organisasi yang digerakkan oleh misi adalah mengubah kotak Aliran Pendapatan di kanvas dan menghasilkan mitra yang akan memberikan ukuran keberhasilan.
Kami menyebut Pencapaian Misi alternatif ini. Nanti dalam posting ini kami akan menjelaskan bagaimana kami akan mengukur dan menggambarkan Pencapaian Misi, tetapi pertama-tama Kanvas Model Misi kami membutuhkan empat penyesuaian lagi.
Segmen Pelanggan diubah menjadi Penerima
Struktur Biaya diubah menjadi Biaya / Anggaran Misi
Saluran diubah menjadi Deployment
Hubungan Pelanggan diubah menjadi Beli-dalam / Dukungan
Bagian lain dari posting blog ini menjelaskan bagaimana dan mengapa perubahan ini pada kanvas.
Segmen Pelanggan Berubah Menjadi Penerima
Pada pandangan pertama, saat mengembangkan teknologi baru untuk digunakan dalam komunitas pertahanan dan intelijen, pelanggan tampak jelas - itu adalah pejuang perang terbaik. Mereka akan mengartikulasikan rasa sakit dalam hal ukuran, berat, bentuk yang pas, kompleksitas dan daya tahan. Tapi ada pemain kunci lain yang terlibat. Penulis persyaratan dan orang-orang akuisisi melihat integrasi sistem di seluruh sistem medan perang sementara petugas kontrak, segmen lain, akan menghitung kacang, mengukur tingkat persaingan dan menilai kualitas riset pasar yang terlibat. Organisasi pendukung perlu khawatir tentang pemeliharaan kode atau perangkat keras. Apakah hukum perlu menandatangani operasi dunia maya? Jadi ya, pejuang perang adalah satu segmen pelanggan, tetapi yang lain perlu dilibatkan sebelum pejuang perang dapat melihat produknya.
Jadi wawasan pertama adalah bahwa dalam model misi komunitas pertahanan dan intelijen selalu pasar multi-sisi. Dengan tujuan tidak hanya membuat demo yang hebat tetapi juga membuat produk diadopsi dan digunakan.
Kedua, dalam komunitas pertahanan dan intelijen, hampir semua model misi terlihat seperti pemasok OEM yang berarti ada banyak lapisan pelanggan dalam rantai nilai. Produk / layanan Anda hanyalah bagian dari sistem orang lain yang lebih besar.
Jadi untuk membedakan "pelanggan" dari kanvas model bisnis standar, kami akan memanggil semua segmen pelanggan yang berbeda dan lapisan dalam penerima rantai nilai pertahanan dan intelijen.
Kanvas Proposisi Nilai
Dari kesembilan kotak kanvas, dua bagian penting dari model adalah hubungan antara Proposisi Nilai (apa yang Anda bangun) dan penerima manfaat. Kedua komponen model bisnis ini begitu penting kita beri nama masing-masing, Product / Market Fit.
Karena kerumitan banyak penerima manfaat dan untuk mendapatkan lebih banyak detail tentang keuntungan dan penderitaan mereka, Osterwalder menambahkan kanvas tambahan yang disebut Kanvas Proposisi Nilai. Ini berfungsi seperti plug-in ke Mission Model Canvas, memperbesar proposisi nilai untuk menggambarkan interaksi antara penerima manfaat, pejuang perang, dll. Dan produk / layanan secara lebih rinci. Menggunakan Kanvas Proposisi Nilai dengan Kanvas Model Misi memungkinkan Anda melihat gambaran besar di tingkat model misi dan gambaran rinci dari setiap penerima di tingkat "kesesuaian produk / pasar".
Dalam model bisnis komunitas pertahanan dan intelijen, akan selalu ada banyak penerima manfaat. Setiap penerima manfaat harus mendapatkan Kanvas Proposisi Nilai sendiri-sendiri.
Perubahan Saluran Distribusi ke Penerapan
Dalam dunia komersial kami bertanya, "Jenis saluran distribusi apa (penjualan langsung, toko aplikasi, integrator sistem, dll.) Yang kami gunakan untuk membawa produk / layanan dari perusahaan kami ke segmen pelanggan?" Untuk organisasi Departemen Pertahanan atau Intelijen, kami meminta:
“Apa yang diperlukan untuk menyebarkan produk / layanan dari Produk Minimum yang Layak kami saat ini ke penggunaan luas di antara orang-orang yang membutuhkannya?” (Komponen arsitektur apa yang dapat mereka berinovasi dan apa yang tidak dapat mereka lakukan?)
“Apa yang merupakan penerapan yang berhasil? (jumlah pengguna, unit di lapangan, waktu memasukkannya ke lapangan, sukses di lapangan, dll.) ”
“Bagaimana cara kami mengubah inovasi Horizon 3 menjadi sesuatu yang diadopsi oleh organisasi Horizon 1?”
Hubungan Pelanggan Berubah Menjadi Buy-In / Support
Dalam bisnis yang ada, Hubungan Pelanggan didefinisikan sebagai membangun dan memelihara hubungan untuk mendukung pelanggan yang sudah ada. Dalam sebuah startup, kami mendefinisikan kembali Hubungan Pelanggan untuk menjawab pertanyaan: Bagaimana perusahaan mendapatkan, mempertahankan, dan mengembangkan pelanggan?
Untuk komunitas pertahanan dan intelijen, kami telah memodifikasi Hubungan Pelanggan yang berarti, "Untuk setiap penerima (segmen pelanggan), bagaimana tim mendapatkan" Dukungan "dari semua penerima?"
Penemuan pelanggan membantu Anda memahami dukungan siapa yang diperlukan untuk menerapkan produk / layanan (hukum, kebijakan, pengadaan, dll.) Dan bagaimana membuat penerima manfaat tersebut setuju? (Pendanaan? Mandat? Permintaan pengguna? Dll.) Selain itu, dukungan jangka panjang dan pemeliharaan proyek baru perlu diartikulasikan, dipahami, dan dibeli oleh organisasi pendukung.
Di Pentagon, cara favorit untuk membunuh sesuatu adalah dengan mengoordinasikannya sampai mati dengan meminta dukungan dari terlalu banyak orang terlalu dini. Cara menentukan siapa orang yang kritis untuk mendapatkan dukungan dan kemudian siapa kelompok berikutnya yang diperlukan untuk pertama-tama mempertahankan pengembangan berulang MVP masa depan adalah salah satu seni kewirausahaan dalam komunitas pertahanan dan intelijen.
Aliran Pendapatan Perubahan Untuk Pencapaian Misi
Pencapaian Misi adalah nilai yang Anda ciptakan untuk jumlah semua penerima manfaat / kebaikan yang lebih besar.
Penting untuk membedakan antara nilai bagi penerima manfaat individu (di Kanvas Proposisi Nilai) dan Pencapaian Misi secara keseluruhan. Misalnya, Pencapaian Misi dapat diukur dengan berbagai cara: jumlah pengungsi yang ditampung dan diberi makan, jumlah tentara yang diselamatkan dari bom pinggir jalan, jumlah serangan siber yang dicegah, peningkatan pengawasan target fusi sensor, dll. Tak satu pun dari ini diukur dalam dolar dan sen. Ingatlah, hanya ada pencapaian misi jika memberikan nilai kepada penerima akhir.
Pelajaran yang Dipetik
Dalam komunitas pertahanan dan intelijen, ukuran kesuksesan bukanlah pendapatan tetapi pencapaian misi
Kami telah memodifikasi Kanvas Model Bisnis menjadi Kanvas Model Misi
Aliran Pendapatan Berubah menjadi Pencapaian Misi
Mengubah Segmen Pelanggan menjadi Penerima
Ubah Struktur Biaya menjadi Biaya / Anggaran Misi
Ubah Saluran ke Penerapan
Ubah Hubungan Pelanggan menjadi Pembelian / Dukungan
Organisasi tanpa sasaran pendapatan tertentu sekarang dapat menggunakan versi kanvas model bisnis
Minggu, 25 April 2021
Business Model Canvas
Business Model Canvas (BMC) adalah template strategi manajemen dalam mendokumentasikan atau mengembangkan sebuah model bisnis. BMC pertama kali dicetuskan oleh Osterwalder yang berlandaskan pada penelitiannya sebelumnya di Business Model Ontology (Osterwalder, 2004). Tahun 2010, Osterwalder and Pigneurs mengembangkan BMC yang terdiri dari sembilan blok bangunan yang digambarkan dalam suatu kanvas. Struktur dari Sembilan blok Business Model Canvas dapat dilihat pada gambar berikut ini.
Gambar Struktur Blok Business Model Canvas
1. Key Partners
Key Partners adalah beberapa pihak yang berperan sebagai penentu berjalannya suatu bisnis di organisasi. Salah satu faktor kesuksesan pada bisnis yaitu bagaimana perusahaan/organisasi menjalin hubungan baik dengan mitranya.
2. Key Activities
Key Activities adalah kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan produktivitas bisnis guna menghasilkan layanan atau produk yang sesuai dengan Value Proposition.
3. Key Resources
Key Resources merupakan semua jenis sumber daya yang dimiliki oleh organisasi/perusahaan dalam mewujudkan Value Proposition-nya. Contohnya teknologi, manusia, dan sebagainya.
4. Value Proportions
Menggambarkan tentang keunggulan berbeda dari kompetitornya berupa layanan dan produk yang ditawarkan oleh organisasi/perusahaan. Pada bagian ini berisi poin-poin keunggulan produk yang mana juga dapat mendatangkan manfaat untuk customer segment perusahaan tersebut.
5. Customer Relationships
Menggambarkan tentang bagaimana tipe Customer Relationships yang mana menjadi harapan pelanggan agar dapat dibangun oleh organisasi/perusahaan. Hal ini harus dijaga secara intensif agar pelanggan tidak berpaling ke perusahaan pesaing.
6. Channels
Blok ini menggambarkan mengenai sarana atau media yang digunakan guna menyampaikan Value Proportions ke customer.
7. Customer Segments
Customer Segments menggambarkan segmen-segmen pelanggan yang menjadi target t bisnis pada suatu perusahaan. Dari Customer Segments juga dapat menentukan pelanggan berdasarkan segmen mana yang paling menguntungkan bagi perusahaan.
8. Cost Structure
Cost Structure merupakan biaya-biaya yang dikeluarkan perusahaan dalam menjalankan proses bisnisnya. Pengelolaan biaya yang dilakukan dengan benar dapat menjadikan bisnis yang dijalankan lebih efisien dan meminimalkan risiko kerugian.
9. Revenue Streams
Menggambarkan keadaan keuangan pada suatu perusahaan yang diperoleh dari setiap segmen pelanggan. Terdapat 2 tipe revenue stream berbeda, yaitu (Osterwalder & Pigneur, 2010) :
1. Transaction Revenues, transaksi yang diperoleh dari sekali pembayaran dari pelanggan.
2. Recurring Revenues, yaitu transaksi yang diperoleh dari pembayaran yang masih berkelanjutan untuk memberikan value proposition kepada pelanggan.
Selasa, 23 Februari 2021
Berikut 3 data customer yg harus dimiliki agar bisnis jangka panjang
Dalam membangun bisnis jangka panjang, selain sistem yang bagus, maka tentunya kita harus memiliki customer.
Customer itu berbeda dengan pembeli. Pembeli hanya membeli sekali, kalau customer beli berkali-kali.
Nah, agar bisa menjangkau customer kita, maka penting sekali memiliki data customer. Ada 3 hal yg penting yaitu :
1. Nomor Whatsapp
Yes, nomor WA masih menjadi nomor 1 menurut saya, apalagi jika marketnya di Indonesia dan kamu kolonial, maka nomor whatsapp wajib!
2. Email
Email juga penting karena semua hal yg digunakan untuk internet pasti menggunakan email, untuk itu data email customer sangat penting.
3. Data Pixel
Data ini hanya didapat dari Iklan Facebook yaitu Pixel, dengan data ini maka kita memiliki jangkauan hot market yg sudah tahu dengan produk atau bisnis kita.
Miliki ke 3 data ini, maka bisnis Anda akan berjalan jangka panjang.
Semoga membantu dan SEMANGAT ;-).
-Andrie Andropia-
Minggu, 07 Februari 2021
Ini Bisnis Online yang Sedang Tren Saat Pandemi
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ini Bisnis Online yang Sedang Tren Saat Pandemi", Klik untuk baca: https://money.kompas.com/read/2021/02/06/200200926/ini-bisnis-online-yang-sedang-tren-saat-pandemi.
Editor : Yoga Sukmana
Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ini Bisnis Online yang Sedang Tren Saat Pandemi", Klik untuk baca: https://money.kompas.com/read/2021/02/06/200200926/ini-bisnis-online-yang-sedang-tren-saat-pandemi.
Editor : Yoga Sukmana
Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L
Di tengah pandemi virus corona baru, banyak yang mencoba membuka bisnis online untuk mencari penghasilan tambahan maupun terpaksa banting setir karena kehilangan pekerjaan. Tetapi, tentu Anda harus menentukan terlebih dahulu produk ataupun layanan apa yang memiliki peluang tinggi untuk ditawarkan saat membuka bisnis online. Melansir dari berbagai hasil survei maupun laman informasi bisnis, PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk menyebutkan, terdapat sejumlah bisnis online yang menjadi primadona di 2021. Misalnya:
Produk kesehatan diri
Menurut Asuransi Tugu Pratama dalam pernyataan tertulis Sabtu (6/2), pandemi Covid-19 menyebabkan gaya hidup keseharian dalam era kenormalan baru. Masker maupun hand gel dan spray antiseptik menjadi benda wajib yang harus orang bawa ke mana pun, guna mencegah penyebaran virus corona. Adapun vitamin yang mampu meningkatkan imunitas kesehatan, baik yang berbentuk farmasi maupun natural seperti madu, juga menjadi kebutuhan konsumtif rutin.
Reseller dan dropshipper
Mulai dari produk kecantikan hingga makanan, bisnis sebagai reseller dan dropshipper laris di masa pandemi. Sebab, bisnis ini tidak membutuhkan modal besar namun tetap berpotensi meraup keuntungan besar.Jasa pembuatan konten
Banyak UMKM yang muncul di tengah pandemi meningkatkan kebutuhan jasa pembuatan konten kreatif. Jasa ini untuk membantu para pemilik bisnis buat mempromosikan produk mereka secara gencar di berbagai platfom komunikasi terutamanya media, tapi dengan bujet promosi iklan yang tetap terjangkau.
Jasa titip (jastip)
Jastip adalah layanan yang menawarkan untuk membeli produk bagi mereka yang tidak bisa membelinya secara langsung, baik di lokasi domestik maupun luar negri. "Sehingga dapat mengurangi resiko terpapar Covid-19 saat sedang melakukan aktivitas offline shopping," kata Asuransi Tugu Pratama.
Creative trainer
Banyak dari masyarakat yang tertarik untuk mempelajari keterampilan baru, agar memiliki keahlian menjadi seorang trainer. Saat ini, sesi sharing knowledge umumnya berlangsung secara daring, menggunakan aplikasi video konferensi, seperti Zoom dan Mteams. "Tapi perlu diingat, apapun jenis bisnis yang akan Anda jalani, lakukan persiapan dengan matang dan lindungi aset-aset bisnis Anda sebagai mitigasi risiko bisnis," sebut Asuransi Tugu Pratama. Asuransi Tugu Pratama menawarkan berbagai produk beserta layanan asuransi yang bisa digunakan untuk melindungi bisnis Anda dari berbagai risiko kerugian.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ini Bisnis Online yang Sedang Tren Saat Pandemi", Klik untuk baca: https://money.kompas.com/read/2021/02/06/200200926/ini-bisnis-online-yang-sedang-tren-saat-pandemi.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ini Bisnis Online yang Sedang Tren Saat Pandemi", Klik untuk baca: https://money.kompas.com/read/2021/02/06/200200926/ini-bisnis-online-yang-sedang-tren-saat-pandemi?page=2.
Editor : Yoga Sukmana
Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ini Bisnis Online yang Sedang Tren Saat Pandemi", Klik untuk baca: https://money.kompas.com/read/2021/02/06/200200926/ini-bisnis-online-yang-sedang-tren-saat-pandemi?page=2.
Editor : Yoga Sukmana
Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ini Bisnis Online yang Sedang Tren Saat Pandemi", Klik untuk baca: https://money.kompas.com/read/2021/02/06/200200926/ini-bisnis-online-yang-sedang-tren-saat-pandemi?page=2.
Editor : Yoga Sukmana
Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ini Bisnis Online yang Sedang Tren Saat Pandemi", Klik untuk baca: https://money.kompas.com/read/2021/02/06/200200926/ini-bisnis-online-yang-sedang-tren-saat-pandemi?page=2.
Editor : Yoga Sukmana
Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ini Bisnis Online yang Sedang Tren Saat Pandemi", Klik untuk baca: https://money.kompas.com/read/2021/02/06/200200926/ini-bisnis-online-yang-sedang-tren-saat-pandemi?page=2.
Editor : Yoga Sukmana
Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ini Bisnis Online yang Sedang Tren Saat Pandemi", Klik untuk baca: https://money.kompas.com/read/2021/02/06/200200926/ini-bisnis-online-yang-sedang-tren-saat-pandemi?page=2.
Editor : Yoga Sukmana
Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ini Bisnis Online yang Sedang Tren Saat Pandemi", Klik untuk baca: https://money.kompas.com/read/2021/02/06/200200926/ini-bisnis-online-yang-sedang-tren-saat-pandemi?page=2.
Editor : Yoga Sukmana
Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L
3 Hal PENGHAMBAT KESUKSESAN
Jangan terlalu sering menakutkan sesuatu yang sebenarnya belum tentu terjadi. Bisa jadi kenyataannya tidak demikian. Maka kita perlu valida...
-
Saat Steve Blank bersiap untuk kelas Hacking for Defense baru di Stanford, kami harus berhenti dan bertanya pada diri sendiri: Bagaimana kam...
-
Saya yakin semua teman-teman disini ingin berkembang dan tumbuh bisnisnya di BP ini. Berikut ini beberapa hal penting yang perlu sahabat se...
-
Ini mengenai penampilan kita sebagai pebisnis BP dimana product kita British Propolis itu product premium jd gmn kita menyesuaikannya deng...
