Minggu, 27 Desember 2020

Satu kata berjuta makna

Dalam pergaulan sehari-hari bahkan dalam bisnis, interaksi selalu hal yang utama, sampai-sampai ada yang mengatakan _tidak ada transaksi tanpa interaksi._

Ilmu komunikasi ini tidak mudah, bahkan sering kali kita bersinggungan dengan orang lain, karena salah ucap atau salah terima.

Komunikasi, pada dasarnya penyampaian informasi kepada pihak lain sehingga bisa dimengerti, sebenarnya bukan soal bicara saja (tentu saja bicara adalah salah satu dari komunikasi). Seringkali  raut muka atau gestur tubuh bisa lebih bermakna dibanding kata-kata itu sendiri. Dengan raut muka atau gestur tubuh ini, pesan bisa saja diterima berbeda dibanding sebuah kata yang diucapkan, oleh penerima pesan.

Contoh:
A: _"kak, nanti bisa ajarkan mitra-mitra saya WhatsApp marketing ya"_

B: _"oh iya, nanti ya"_
Kata _"oh iya, nanti ya"_ ini bisa menimbulkan bermacam-macam makna. Bila itu disertai dengan percakapan lain, yang mencoba untuk mencari waktu yang tepat, dan dengan raut muka yang menunjukkan keseriusan akan mengajari, artinya _akan mengagendakan waktunya._ Bila kata _"oh iya, nanti ya"_ disertai dengan raut muka atau gestur tubuh yang tidak nyaman, atau dikatakan sambil lalu, maka artinya "tidak bisa mengajari". 😁

Dalam ilmu komunikasi ini melibatkan banyak variabel. Berikut adalah salah satunya, yaitu dengan menjadi pendengar yang baik.

Saya yakinkan, bahwa menjadi pendengar yang baik tidak mudah. Tapi harus kita coba untuk menjadi pendengar baik. Yang perlu diperhatikan saat kita mencoba menjadi pendengar yang baik adalah :

1. Fokuskan pandangan kita kepada pembicara. Ini akan menimbulkan rasa dihormati dan diperhatikan.
2. Tidak memotong pembicaraan. Biarkan pembicara menyelesaikan pembicarannya.
3. Berikan respon ringan penuh empati, diantara pembicaraannya, misal: _"terus gimana?_. Ini bukan berarti memotong pembicaraan tetapi memberikan respon. Akan tidak oke jadinya bila dari awal sampai akhir pembicaraan kita hanya diam saja tanpa respon, walaupun niat kita merespon di akhir pembicaraan.

Kebanyakan dari kita di bisnis BP komunikasi dengan menggunakan WA, sehingga pemakaian _emoticon_ (ketawa, senyum, love, senyum lebar, dll) setidaknya mewakili gestur kita. Jadi, pastikan pakai emoticon untuk mewakili perasaan kita. 😁

Jangankan komunikasi melalui WA, bicara langsung saja bisa terjadi salah penerimaan sehingga terjadi salah faham. Terjadi pergesekan 😁. Bila terjadi pergesekan, yang kita lakukan adalah minta maaf, walaupun bisa jadi belum sepenuhnya kata maaf kita mengobati pergesekan yang terjadi karena respon yang salah dari kita. 😁

Yuk ah, kita perbaiki cara komunikasi kita agar lebih dekat dengan mitra lebih, agar kita benar-benar menjadi solusi bagi mitra, bukan mejadi beban bagi mitra.

Dari saya
Mr. Logika.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

3 Hal PENGHAMBAT KESUKSESAN

Jangan terlalu sering menakutkan sesuatu yang sebenarnya belum tentu terjadi. Bisa jadi kenyataannya tidak demikian. Maka kita perlu valida...