Business Model Canvas (BMC) adalah template strategi manajemen dalam mendokumentasikan atau mengembangkan sebuah model bisnis. BMC pertama kali dicetuskan oleh Osterwalder yang berlandaskan pada penelitiannya sebelumnya di Business Model Ontology (Osterwalder, 2004). Tahun 2010, Osterwalder and Pigneurs mengembangkan BMC yang terdiri dari sembilan blok bangunan yang digambarkan dalam suatu kanvas. Struktur dari Sembilan blok Business Model Canvas dapat dilihat pada gambar berikut ini.
Gambar Struktur Blok Business Model Canvas
1. Key Partners
Key Partners adalah beberapa pihak yang berperan sebagai penentu berjalannya suatu bisnis di organisasi. Salah satu faktor kesuksesan pada bisnis yaitu bagaimana perusahaan/organisasi menjalin hubungan baik dengan mitranya.
2. Key Activities
Key Activities adalah kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan produktivitas bisnis guna menghasilkan layanan atau produk yang sesuai dengan Value Proposition.
3. Key Resources
Key Resources merupakan semua jenis sumber daya yang dimiliki oleh organisasi/perusahaan dalam mewujudkan Value Proposition-nya. Contohnya teknologi, manusia, dan sebagainya.
4. Value Proportions
Menggambarkan tentang keunggulan berbeda dari kompetitornya berupa layanan dan produk yang ditawarkan oleh organisasi/perusahaan. Pada bagian ini berisi poin-poin keunggulan produk yang mana juga dapat mendatangkan manfaat untuk customer segment perusahaan tersebut.
5. Customer Relationships
Menggambarkan tentang bagaimana tipe Customer Relationships yang mana menjadi harapan pelanggan agar dapat dibangun oleh organisasi/perusahaan. Hal ini harus dijaga secara intensif agar pelanggan tidak berpaling ke perusahaan pesaing.
6. Channels
Blok ini menggambarkan mengenai sarana atau media yang digunakan guna menyampaikan Value Proportions ke customer.
7. Customer Segments
Customer Segments menggambarkan segmen-segmen pelanggan yang menjadi target t bisnis pada suatu perusahaan. Dari Customer Segments juga dapat menentukan pelanggan berdasarkan segmen mana yang paling menguntungkan bagi perusahaan.
8. Cost Structure
Cost Structure merupakan biaya-biaya yang dikeluarkan perusahaan dalam menjalankan proses bisnisnya. Pengelolaan biaya yang dilakukan dengan benar dapat menjadikan bisnis yang dijalankan lebih efisien dan meminimalkan risiko kerugian.
9. Revenue Streams
Menggambarkan keadaan keuangan pada suatu perusahaan yang diperoleh dari setiap segmen pelanggan. Terdapat 2 tipe revenue stream berbeda, yaitu (Osterwalder & Pigneur, 2010) :
1. Transaction Revenues, transaksi yang diperoleh dari sekali pembayaran dari pelanggan.
2. Recurring Revenues, yaitu transaksi yang diperoleh dari pembayaran yang masih berkelanjutan untuk memberikan value proposition kepada pelanggan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar