Kamis, 31 Desember 2020

Keyakinan itu menular.

Keyakinan itu menular.

Keraguan? Sama, juga menular.

Ini berlaku dalam apapun, termasuk dalam dunia penjualan.

Yakin yang gimana? Yakin pada Alloh, yakin sama diri sendiri. Bukan sekedar pede.

Terus? Yakin sama produk yang akan ditawarkan.
Ini rumus dasar, setiap kali kita mau menawarkan sebuah produk, yah kita harus yakin dulu sama produk tersebut.
Jangan setengah-setengah.

Setidaknya, ada lima tips.

Pertama, pahami produk. Maksudnya, tahu manfaat-manfaatnya dan khasiat-khasiatnya. Jangan sampai nggak tahu.

Kedua, simak success story dari mitra² lain yang berhasil. Ya, belajar dari pengalaman orang lain.

Ketiga, perbanyak jam terbang. Tetaplah menawarkan. Dan belajarlah dari pengalaman diri sendiri.

Keempat, ingat-ingat moment terdahulu saat kita berhasil closing atau berprestasi. Kenangan ini akan membangkitkan semangat. Dan ulangi lagi cara tersebut.

Kelima, stop mengeluh dan pandai-pandailah mencari hikmah saat ditolak. Tidak ada pengalaman yang sia-sia.

Gimana biar lebih yakin? Ada lagi tips-nya. Apa itu?
Bergaul dan membaurlah dengan mereka yang yakin. Karena, sekali lagi, yakin itu menular.

Minggu, 27 Desember 2020

Satu kata berjuta makna

Dalam pergaulan sehari-hari bahkan dalam bisnis, interaksi selalu hal yang utama, sampai-sampai ada yang mengatakan _tidak ada transaksi tanpa interaksi._

Ilmu komunikasi ini tidak mudah, bahkan sering kali kita bersinggungan dengan orang lain, karena salah ucap atau salah terima.

Komunikasi, pada dasarnya penyampaian informasi kepada pihak lain sehingga bisa dimengerti, sebenarnya bukan soal bicara saja (tentu saja bicara adalah salah satu dari komunikasi). Seringkali  raut muka atau gestur tubuh bisa lebih bermakna dibanding kata-kata itu sendiri. Dengan raut muka atau gestur tubuh ini, pesan bisa saja diterima berbeda dibanding sebuah kata yang diucapkan, oleh penerima pesan.

Contoh:
A: _"kak, nanti bisa ajarkan mitra-mitra saya WhatsApp marketing ya"_

B: _"oh iya, nanti ya"_
Kata _"oh iya, nanti ya"_ ini bisa menimbulkan bermacam-macam makna. Bila itu disertai dengan percakapan lain, yang mencoba untuk mencari waktu yang tepat, dan dengan raut muka yang menunjukkan keseriusan akan mengajari, artinya _akan mengagendakan waktunya._ Bila kata _"oh iya, nanti ya"_ disertai dengan raut muka atau gestur tubuh yang tidak nyaman, atau dikatakan sambil lalu, maka artinya "tidak bisa mengajari". 😁

Dalam ilmu komunikasi ini melibatkan banyak variabel. Berikut adalah salah satunya, yaitu dengan menjadi pendengar yang baik.

Saya yakinkan, bahwa menjadi pendengar yang baik tidak mudah. Tapi harus kita coba untuk menjadi pendengar baik. Yang perlu diperhatikan saat kita mencoba menjadi pendengar yang baik adalah :

1. Fokuskan pandangan kita kepada pembicara. Ini akan menimbulkan rasa dihormati dan diperhatikan.
2. Tidak memotong pembicaraan. Biarkan pembicara menyelesaikan pembicarannya.
3. Berikan respon ringan penuh empati, diantara pembicaraannya, misal: _"terus gimana?_. Ini bukan berarti memotong pembicaraan tetapi memberikan respon. Akan tidak oke jadinya bila dari awal sampai akhir pembicaraan kita hanya diam saja tanpa respon, walaupun niat kita merespon di akhir pembicaraan.

Kebanyakan dari kita di bisnis BP komunikasi dengan menggunakan WA, sehingga pemakaian _emoticon_ (ketawa, senyum, love, senyum lebar, dll) setidaknya mewakili gestur kita. Jadi, pastikan pakai emoticon untuk mewakili perasaan kita. 😁

Jangankan komunikasi melalui WA, bicara langsung saja bisa terjadi salah penerimaan sehingga terjadi salah faham. Terjadi pergesekan 😁. Bila terjadi pergesekan, yang kita lakukan adalah minta maaf, walaupun bisa jadi belum sepenuhnya kata maaf kita mengobati pergesekan yang terjadi karena respon yang salah dari kita. 😁

Yuk ah, kita perbaiki cara komunikasi kita agar lebih dekat dengan mitra lebih, agar kita benar-benar menjadi solusi bagi mitra, bukan mejadi beban bagi mitra.

Dari saya
Mr. Logika.

Jumat, 25 Desember 2020

Pentingnya Afirmasi Positif dalam Menjalankan Bisnis

Apakah teman-teman semua tahu bahwa sistem saraf manusia bisa merespon cita-cita dan gagasan yang diciptakan sendiri maupun orang lain dari luar?

Dari gagasan itu kemudian terbentuk citra sedemikian rupa menjadi cetak biru di pikiran.

Alam bawah sadar kita kemudian akan menggunakan berbagai cara untuk mewujudkannya.

Itulah mengapa kita sangat penting untuk mempertahankan kondisi pikiran positif.

Rabu, 29 Agustus 2018

5 Karakter Pebisnis


Kita sebagai pebisnis atau yang baru mulai sebagai pebisnis harus memiliki karakater pebisnis sehingga usaha yang dilakukan akan berakhir dengan sukses, insya Allah.

Secara umum, karakter yang harus dimiliki pebisnis, seperti berikut:

1. Penuh Semangat
Dalam berbisnis, kita harus memiliki Karakter semangat dan bekerja keras. Bersemangat untuk menciptakan inovasi baru dalam bisnis, dan terus bekerja keras untuk mencapai tujuan.

2. Pandai Berkomunikasi
Bisnis menuntut kita untuk terhubung dengan banyak pihak, termasuk dengan pelanggan.Oleh karena itu, diperlukan bakat komunikasi yang baik dan ramah, serta mudah dimengerti oleh semua orang. Komunikasi bisnis yang baik akan berpengaruh terhadap perkembangan bisnisnya.

3. Punya Banyak Ide
Sebuah bisnis juga berjalan disertai dengan Ide dan gagasan yang kreatif. Ini akan memberikan sentuhan baru pada bisnis kita.

4. Selalu Ingin Belajar
Bisnis juga perlu dipelajari. Tidak hanya menjual produk dan mendapatkan keuntungan saja. Pastikan sebagai pebisnis, kita harus banyak belajar, banyak menimba ilmu tentang bisnis yang digeluti.

5. Rendah Hati dan Dermawan
Sifat rendah hati dan dermawan juga penting untuk dimiliki oleh para pebisnis. Karakter seperti ini sepertinya tidak semua orang memilikinya, namun sebaiknya pebisnis, adalah yang rendah hati dan dermawan.

Ayo teman-teman biasakan untuk menjalani karakter tsb..

Di bisnis British Propolis, kelima karakter diatas dapat dirasakan dama komunitas yang saling mendukung.


Minggu, 26 Agustus 2018

Strategi Dasar Berjualan


Pernahkan kita merasakan hal-hal dibawah ini?
- Promosi setiap hari, anehnya yang beli tidak ada sama sekali. Atau
- Merasa memiliki produk bagus, tapi tidak ada orang yang tertarik, atau
- Sudah membuat penawaran sangat menarik, setelah penawarannya disebar,  gak ada yang respon.

Pernah atau sering mengalami? hehehe

Saat jualan, ditolak sudah jadi resikonya.
Tapi kalau jualan ditolak melulu artinya ada yang salah dengan caranya, betul apa benar ???

Kesalahan dalam menjual itu diantaranya 3
1. Menawarkan ke bukan target pasar
2. Salah cara menyampaikan penawaran
3. Terlalu buru-buru closing sebelum adanya Trust.

Jika salah target pasar, solusinya cari sampai ketemu.
Jika salah dalam cara menyampaikan, belajar ilmunya.

Masalahnya adalah yang terakhir.
Ini adalah kesalahan banyak penjual.
Maunya cepat jualan padahal prospeknya belum siap dijuali.

Jadi, tugas kita bukan menjuali, tapi dapatkan dulu Trustnya. Sentuh hatinya, nanti isi dompetnya akan keluar sendiri, hehe

Ingat... Dapatkan Trust itu perlu proses, dan prosesnya mungkin gak sebentar.

Jika saat ini jualan Anda sepi, jangan belajar macam-macam dulu, pelajari caranya dapat Trust calon pembeli.

Cara yang bisa anda lakukan untuk meningkatkan kepercayaan target pasar atau calon pelanggan, bisa melalui edukasi secara berkala.
Misalnya jika kita menjual BP harus mampu mengedukasi mereka mengenai manfaat British Propolis untuk kesehatan.

Cara lainnya adalah dengan membagikan testimoni dari konsumen British Propolis.
Bersyukurnya kita di bisnis ini karena para pebisnis BP dengan sukarela dan ikhlas membagikan testimoni yang bisa kita manfaatkan sebagai 'senjata'.
Bagikan testimoni melalu channel-channel yang biasa kita gunakan, misalkan WA, FB, IG, Google Bisnis dll.

Sekian sedikit tips dari saya, semoga bermanfaat dan dapat menjadi bahan bacaan yang bermaanfaat sembelum istirahat

Salam berkah berlimpah.

Selasa, 21 Agustus 2018

YA DAN TIDAK




Dalam keseharian, kata ‘Ya’ dan ‘Tidak’ menjadi kata yang lazim digunakan. Dalam 1 hari, bisa lebih dari 10 hari kita ucapkan kedua kata tersebut.
Dalam menawarakn produk, ada 2 teknik yang bisa digunakan ketika mengahdapi calon pembeli.




Jangan pernah Biarkan calon pembeli berkata “Tidak”

A: “Bagaimana bu, jadi beli British Propolisnya ?”
B: “Tidak jadi, pak”
A: #GigitJari

Banyak Penjual yang menggunakan pertanyaan tersebut, dan kebanyakan akan menjawab dengan tidak.
Pertanyaan tersebut secara tidak langsung memberikan sinyal kepada pembeli untuk berkata ‘Tidak’. Apalagi pertanyaan tersebut terlontar sebelum adanya kedekatan antara si penjual dengan calon pembeli.

SEHARUSNYA gunakan teknik PERTANYAAN PILIHAN saat akan CLOSING, misalnya …
“lebih suka warna merah atau hijau?”
“mau ambil BP regular atau BP Kids ?”
“mau beli 1 botol atau paket hemat 3 botol ?”
“mau jadi reseler 1 juta atau 555ribu ?”

Dari contoh-contoh tersebut, mengurangi celah bagi calon pembeli untuk berkata “tidak”. Karena penjual menggunakan pertanyaan pilihan yang bisa menyudutkan pembeli untuk memilih salah satu diantara dua hal yang ditawarkan.
Teknik ini hanya boleh dilakukan jika sudah benar-benar melakukan PDKT dengan calon pembeli dan mengetahui apa yang menjadi kebutuhan, keinginan atau permasalahan mereka.

Buatlah calon pembeli berkata “ya” sebanyak banyaknya

Penelitian menyebutkan jika kita mengajukan 6 atau lebih pertanyaan dengan jawaban “YA”, maka jawaban pertanyaan-pertanyaan berikutnya bisa seterusnya “YA”.
Fakta tersebut bisa dimanfaatkan dalam dunia penjualan, terutama dalam MENSETING calon pembeli untuk BERKATA “YA” dan membeli produk kita, misalnya …
A: “Apakah anda ingin agar bisnis anda tumbuh & berkembang ?”
B: “Ya…”
A: “ Apakah anda ingin meningkatkan omset bisnis anda ?”
B: “Ya…”
A: “Apakah anda ingin memperbanyak jumah pelanggan anda ?”
B: “Ya…”
A: Apakah Anda ingin mendpaatkan keuntungan lebih banyak ?”
B: “Ya…”
A: Apakah anda ingi mengurangi beban biaya anda ?”
B: “Ya..”
A: “Apakah anda ingin segera melunasi hutang-hutang anda ?”
B: “Ya..
A: “Apakah anda ingin segera memulai & mengetahui caranya ?”
B: “Ya…” (CLOSING)

Teknik ini cocok ketika sudah memiliki sedikit gambaran mengenai kebutuhan, keinginan atau maslaah yang sedang dihadapi calon pembeli. Tentu dalam praktiknya, gunakan teknik ini secar mengalir, tidak kaku, nyaman didengar, dan tentunya jangan terlalu lebay dalam bertanya.

3 Hal PENGHAMBAT KESUKSESAN

Jangan terlalu sering menakutkan sesuatu yang sebenarnya belum tentu terjadi. Bisa jadi kenyataannya tidak demikian. Maka kita perlu valida...