Rabu, 13 Januari 2021

Buang Mager Dan Baper Agar Bisnis Semakin Super

Kata mager dan baper sudah tidak asing lagi di telinga kita.

Bahasa gaul ini banyak digunakan anak muda pada zaman now.

Apa sebenarnya yang dimaksud dengan mager dan baper itu?

Mager adalah istilah gaul yang merupakan singkatan dari 'Males gerak.'

Mager sudah masuk dalam KBBI. Menurut KBBI mager berarti malas (ber) gerak, enggan atau sedang tidak bersemangat untuk melakukan aktivitas.

Mager menggambarkan seseorang yang enggan atau tidak bersemangat melakukan aktivitas apapun. Orang yang mager bisanya malas untuk bergerak dan tidak ingin melakukan apapun.

Baper adalah singkatan gaul yang kepanjangannya adalah ‘Bawa Perasaan’.

Istilah gaul ini merujuk pada seseorang yang memasukkan ke hati segala ucapan dan tindakan orang lain.

Orang yang baper sering menggunakan emosi di tiap momen yang dia lalui.

Ternyata, mager dan baper sama-sama tidak baik untuk kesehatan tubuh.

Bahaya gaya hidup mager bisa memicu munculnya beberapa penyakit berbahaya yang mengancam kesehatan.

Sedangkan dampak negatif dari terlalu baper adalah membuat pikiran semakin stress. Jika seseorang stres, maka imunitas akan menurun dan penyakit akan mudah menyerang.

Persamaan mager dan baper tidak hanya berefek pada kesehatan tubuh saja, tetapi juga bisa berefek fatal bagi KESEHATAN DOMPET khususnya untuk seorang pengusaha.

"Seorang pengusaha itu pantang mager dan pantang baper."

 

PANTANG MAGER

Selalu bergerak untuk perubahan.

Seperti kisah Siti Hajar dan Nabi Ismail kecil. Ketika Siti Hajar yang dilanda kebingungan karena bayinya menangis kehausan, berlari bolak-balik antara bukit Shafa dan Marwa hingga sebanyak tujuh kali. Di tengah kebingungan juga kegelisahan yang menyelimuti hati juga pikirannya, Allah memberikan mukjizatNya. Dari bawah kaki Ismail kecil yang sedang menangis kehausan, muncul sumber mata air yang kini dikenal sebagai mata air zam-zam.

Kisah Siti Hajar dan Ismail kecil memberikan gambaran dan inspirasi bagi kita semua bahwa bagaimanapun kondisi kita saat ini, kita tetap harus bergerak.

Segala sesuatu jika kita jalani dengan niat baik dan tujuan mulia, InsyaaAlloh tidak ada kesia-siaan di dalamnya.

Kita hanya perlu menikmati prosesnya, mensyukuri apa yang ada, soal hasil pasrahkan padaNya.

 

PANTANG BAPER

Pengusaha BP ya identik dengan jualan. Kalau jualan saja malu gimana mau maju?

Kalau ada yang bilang mata duitan, ya jangan baper.

Kalau ada yang bilang sekolah tinggi-tinggi hanya jadi penjual herbal ya jangan baper.

Ditolak konsumen eh jangan baper juga.

Tenang saja karena netizen maha benar.

Yang namanya pengusaha ya harus mata duitan dan muka tembok.

Mata duitan buat bangun tembok beneran. Bisa tembok masjid, rumah tahfiz, atau panti asuhan. Intinya meluaskan manfaat untuk banyak umat.

Netizen yang berkomentar sana sini karena belum tau sih rasanya, gimana *asiknya jualan*.

Belum tau rasanya gimana deg-deg sernya dapat orderan terus saldo rekeningnya nambah beneran.

Selalu meyakini bahwa selama yang kita lakukan halal, legal ya jajal aja.

Perbaiki niat karena jualan juga ibadah apalagi tujuannya untuk penafkahan keluarga.

Berikan yang terbaik bagi keluarga.

Tentunya diawal-awal ya harus berjuang sekuat tenaga. Mager, baper, malu, capek akan hilang bersamaan dengan hasil yang baik yang bisa kita berikan ke keluarga.

 

Buang MAGER dan BAPER, agar bisnis SEMAKIN SUPER dan rekening menggendut karena sering dapat transfer.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

3 Hal PENGHAMBAT KESUKSESAN

Jangan terlalu sering menakutkan sesuatu yang sebenarnya belum tentu terjadi. Bisa jadi kenyataannya tidak demikian. Maka kita perlu valida...