Sering kita mendengar bahwa hampir semua hal di dunia ini berpasangan. Laki-laki dan perempuan, kanan dan kiri, atas dan bawah, panas dan dingin, positif dan negatif, dan lain sebagainya.
Pada 1933, seorang ilmuwan Inggris, Paul Dirac dianugerahi hadiah Nobel di bidang fisika melalui temuannya yang disebut Parite, mengungkapkan bahwa materi diciptakan berpasangan dengan lawan jenisnya.
Dan sebenarnya, Al quran pun telah menyebutkan hal yang sama.
"Maha Suci Alloh yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui," (QS. Yasin : 36).
Lalu, bagaimana dengan bisnis?
Ternyata berbisnis bersama pasangan dan menjadi couplepreuneur bukan hanya menyenangkan tapi penuh keajaiban, dan insyaaAlloh bertabur keberkahan.
Banyak contoh couplepreuneur yang kisah-kisahnya sangat menginpirasi. Yang paling populer adalah kisah Rosululloh SAW bersama istri tercintanya Ibunda Khodijah. Berawal dari partner bisnis, kemudian menikah hingga akhirnya kebersamaan mereka akan terus berlanjut di jannah. Ibunda khodijah pernah mengatakan bahwa setelah hadirnya Rosululloh perniagaannya semakin melimpah dan terasa betambah berkah.
Melinda dan Bill Gates. Mereka bertemu saat bekerja di Microsoft pada tahun 1989. Perjalanan bisnis mereka adalah bukti dari sinergi yang apik dari couplepreuneur. Selama 19 tahun terakhir, pasangan ini bersama-sama memimpin serangkaian usaha bernilai miliaran dolar melalui Yayasan Bill & Melinda Gates.
Perusahaan retail terbesar ke 5 di Amerika serikat Forever 21 juga dirintis oleh sepasang suami istri asal korea, Do Won Chang dan Jin Sook Chang yang keduanya masih berusia 20 tahunan saat merintis bisnis tersebut.
Menjalani bisnis dengan pasangan bukan berarti tanpa masalah. Justru akan penuh dengan tantangan. Tapi kabar baiknya, bisa menguatkan chemistry dan mengundang keberkahan. Berikut ini beberapa tips agar sukses menjadi couplepreuneur.
1. Menyamakan Visi
Ibarat sebuah kendaraan, maka siapapun yang ada di dalamnya haruslah sudah tau kemana tujuan yang akan dituju dan diapun sedang menuju ke arah yang sama. Jika tidak, maka bukan hanya akan menghambat perjalanan tapi bisa jadi tak akan sampai ke tujuan.
Begitu juga dengan bisnis bersama pasangan. Harus ada kesamaan visi, untuk apa mereka menjalani bisnis, apa impian dan target yang akan dicapai, bagaimana strateginya, dll.
Jika visi sudah sama selanjutnya akan mudah untuk mengatur segala sesuatunya.
Begitu juga saat terjadi masalah, maka visi yang sama akan bisa menjadi pengingat sehingga akan mudah mencari solusi. Visi juga bisa menjadi motivasi saat semangat tiba-tiba turun.
2. Saling Melengkapi
Salah satu fungsi pasangan adalah saling melengkapi. Karena itulah dibutuhkan pembagian tugas yang sesuai dengan kemampuan masing-masing. Tidak perlu harus melakukan segala sesuatunya bersama-sama, karena ini bukan pasukan baris berbaris yang harus sama gerakannya.
Jadi yang diperlukan adalah memahami kelebihan dan kekurangan masing-masing sehingga bisa melakukan pembagian tugas yang tepat dan efektif.
3. Saling Menguatkan
Bisnis adalah dunia yang penuh ketidakpastian. Terkadang lancar jaya bagaikan di jalan tol, terkadang juga terjal dan berbatu. Karena itu couplepreuneur harus bisa menguatkan satu sama lain terutama disaat badai ujian datang. Masa-masa sulit yang pernah dilalui akan menjadi hal yang indah untuk dijngat dan makin menguatkan ikatan hati. Hal ini akan menimbulkan rasa syukur dan bangga memiliki pasangan yang sekaligus partner dalam bisnis.
4. Komunikasi yang Baik
Membangun komunikasi yang baik adalah kunci bagi seorang couplepreuneur, sebab kita memiliki dua peran yakni sebagai pasangan dan partner bisnis. Karena itu, komunikasikan segala sesuatunya dengan baik, jelas dan tepat.
Jika ada hal yang salah atau kurang pas, maka beritahu dengan baik dan lakukan evaluasi.
Salah satu cara agar komunikasi tetap terjaga adalah dengan mengasah empati terhadap pasangan. Dengan berempati satu sama lain dan meluangkan waktu untuk berbicara setiap hari, kita akan memiliki peluang yang lebih baik untuk menjadi sukses membangun bisnis bersama.
5. Tetap Profesional
Meskipun bersama pasangan, profesionalitas harus tetap dijaga. Jangan sampai drama dalam rumah tangga terbawa dalam urusan bisnis atau sebaliknya. Disiplin dengan job desk yang sudah dibagi, pengelolaan keuangan dan lain sebagainya. Jika ada yang mengalami kendala, tinggal dikompromikan agar tidak sampai menganggu tugas dan kewajiban yang utama.
6. Saling Percaya
Ini wajib dan harus ada. Jika coupleperuneur tidak saling percaya maka bukan hanya bisnisnya yang berantakan, tapi rumahtangganya juga bisa bubar jalan.
Untuk bisa saling percaya, kejujuran adalah resep utamanya. Sebagaimana Rosululloh yang sudah terkenal kejujurannya hingga mendapat gelar Al amin, maka khodijah tak ragu sedikitpun untuk melepaskan perniagaannya. Kejujuran tidak hanya mengundang kepercayaan tapi juga keberkahan.
7. Rayakan Pencapaian Bersama
Meskipun terlihat sepele, tapi ini penting untuk dilakukan. Tak harus menunggu pencapaian besar dan dengan perayaan mewah. Cukup dengan hal-hal sederhana. Misal memesan makanan kesukaan pasangan saat target tercapai, atau mungkin dengan sedekah tambahan diluar yang biasa dilakukan. Hal sederhana seperti ini adalah salah satu bentu syukur atas kemudahan yang sudah didapatkan. Dan kesyukuran akan menambah nikmat dan keberkahan.
Saat menjadi couplepreuneur, akan terjadi sebuah keselarasan, dan keselarasan mengundang percepatan.
Selaras visinya, selaras ikhtiarnya, selaras doanya. Ibarat kaki, saat hanya satu kaki yang melangkah, maka bukan hanya sulit, tapi juga lebih lama dan lebih lelah. Sedangkan saat dua kaki melangkah beriringan, maka kita akan bisa berlari lebih cepat dan lebih jauh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar